<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://takafulvesta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://takafulvesta.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2009 13:40:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='takafulvesta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://takafulvesta.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://takafulvesta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pahami Siklus Keuangan Anda</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/pahami-siklus-keuangan-anda/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/pahami-siklus-keuangan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 13:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mike Rini Dikutip dari Danareksa.com Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=66&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Mike Rini</p>
<p>Dikutip dari Danareksa.com</p>
<p>Pentingnya Memahami Siklus Hidup Finansial Anda</p>
<p>Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua sampai tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !</p>
<p>Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia &#8211; yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.</p>
<p>Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.</p>
<p>Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an</p>
<p># Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. �Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. � kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua. Tidak.Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkian memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.<br />
#</p>
<p>Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool &amp; gaul. Lebih bebas menntukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah,</p>
<p>Di usia 20-an</p>
<p># Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji,Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabunganMulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransiJangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini.</p>
<p>Di usia 30-an</p>
<p># Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepatDengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan andaJangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaranPastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.</p>
<p>Di usa 40-an</p>
<p># Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikanPastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.</p>
<p>Di usia 50-an</p>
<p># Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target,Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah,Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun,Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur</p>
<p>Di usia pensiun, 55 atau 60-an</p>
<p># Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengemabil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaimBarangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut,Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan</p>
<p>Salam<br />
Mike Rini<br />
Perencana Keuangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=66&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/pahami-siklus-keuangan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGHITUNG PERKIRAAN BIAYA PENDIDIKAN</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 13:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Safir Senduk Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=63&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Safir Senduk  Dikutip dari Tabloid NOVA No. 756/XIV</p>
<p>Ketika beberapa hari lalu saya berbicara di sebuah seminar di Surabaya, saya kaget ketika seorang peserta seminar bercerita tentang mahalnya biaya masuk kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Jumlahnya tidak usah saya ceritakan berapa, tapi yang jelas sangat mahal. Padahal, itu baru uang masuknya doang.  Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.</p>
<p>Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal.</p>
<p>Saya beri contoh sederhana saja: anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Pertanyaannya gampang, kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia rata-rata seseorang masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, apakah nantinya Anda akan membayar jumlah yang sama ketika nantinya anak Anda masuk SMU sekitar 12 tahun lagi?  Pasti beda, karena nantinya Biaya Pendidikan tersebut pasti akan jauh lebih mahal.</p>
<p>CARA MENGHITUNG</p>
<p>Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?</p>
<p>Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.  Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-.</p>
<p>Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)   TINGGAL DIKALIKAN  Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.  Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.  Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3.</p>
<p>Begitu seterusnya.  Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.  Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1  Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?  Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.</p>
<p>Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.</p>
<p>Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=63&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/21/menghitung-perkiraan-biaya-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Harus Anda Lakukan</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/apa-yang-harus-anda-lakukan-saat-ini/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/apa-yang-harus-anda-lakukan-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat & Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat Indonesia yang super, (Disunting dari Mario Teguh Golden Ways, Semoga Manfaat&#8230; jika sahabat ingin menyimak butir-butir motivasi MT lebih jauh silahkan kunjungi situs Golden Ways di sini) Semoga MT Golden Moment yang saya ambilkan dari draft buku saya yang ketiga, MT-LGW (masih disimpan kepanjangannya) mendapati Anda dalam kesehatan dan kedamaian yang memuliakan kehidupan Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=42&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><br />
</strong></div>
<div><strong>Sahabat Indonesia yang super,</strong></div>
<div>(Disunting dari Mario Teguh Golden Ways, Semoga Manfaat&#8230; jika sahabat ingin menyimak butir-butir motivasi MT lebih jauh silahkan kunjungi situs Golden Ways <a href="http://mtsuperclub.com">di sini</a>)</div>
<div></div>
<div>
<p>Semoga MT Golden Moment yang saya ambilkan dari draft buku saya yang ketiga, <strong>MT-LGW </strong>(masih disimpan kepanjangannya) mendapati Anda dalam kesehatan dan kedamaian yang memuliakan kehidupan Anda dan keluarga tercinta.</p>
<p>Dalam cuplikan dari satu halaman dari 26 bab buku baru kita yang sedang dalam proses pencetakan ini, kita diingatkan untuk menyegerakan kejelasan mengenai apa yang harus kita lakukan untuk mencapai yang sudah biasanya jelas-jelas kita inginkan.</p>
<p>Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya, (Please kindly enjoy, absorb, and apply).</p>
<p><strong> JELASLAH MENGENAI APA SAJA YANG HARUS ANDA LAKUKAN PADA SAAT INI.</strong></div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1869529&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=100227119404&amp;aid=-1&amp;oid=100227119404&amp;id=52472954880"><img style="width:460px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs193.snc1/6496_112533839880_52472954880_1869529_5292173_n.jpg" alt="" width="460" height="305" /></a></div>
<div>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Sahabat Indonesia yang baik,</p>
<p>Begitu dulu ya?</p>
<p><strong>Tetaplah meyakini bahwa tidak ada yang terjadi dalam hidup ini yang tidak ditujukan bagi pemuliaan hidup Anda dan keluarga tercinta.</strong></p>
<p>Sampai nanti.</p>
<p>Terima kasih dan salam super,</p></div>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">Mario Teguh</span><br />
</strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:red;">Founders</span><span style="font-size:10pt;"> <span style="color:#808080;">|</span> <span style="color:blue;">MTSuperClub</span> <span style="color:#808080;">|</span> <span style="color:green;">081-814-2080</span><span style="color:gray;"> |</span> <span style="color:olive;">For The Happiness Of Others |</span><span style="color:gray;"> </span></span><span style="color:teal;"><span style="font-size:10pt;">Jakartada<br />
</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=42&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/apa-yang-harus-anda-lakukan-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs193.snc1/6496_112533839880_52472954880_1869529_5292173_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Embrio Asuransi Syariah</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/embrio-asuransi-syariah/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/embrio-asuransi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/embrio-asuransi-syariah/</guid>
		<description><![CDATA[A. Definisi AttaÂ’min Dari Segi Bahasa Dalam bahasa Arab, Asuransi disebut AttaÂ’min ( التأمين ) yang berasal dari kata ( أمن ) yang memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut, sebagaimana firman Allah SWT : &#8216;Dialah Allah yang mengamankan mereka dari ketakutan.&#8217; Dari kata ( أمن ) diatas yang merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=37&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="leadArticle">
<p>A. Definisi AttaÂ’min Dari Segi Bahasa<br />
Dalam bahasa Arab, Asuransi disebut AttaÂ’min ( التأمين ) yang berasal dari kata ( أمن ) yang memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari rasa takut, sebagaimana firman Allah SWT :</p>
<p>&#8216;Dialah Allah yang mengamankan mereka dari ketakutan.&#8217;</p>
<p>Dari kata ( أمن ) diatas yang merupakan kata dasar ( التأمين ), muncul kata-kata lain yang secara artinya memiliki kemiripan, yaitu :<br />
Â• ( الأَمَنَةُ مِنَ الْخَوْفِ ) aman dari rasa takut.<br />
Â• ( الأَمَانَةُ ضِدُّ الْخِيَانَةِ ) amanah lawan kata dari khianat.<br />
Â• ( اْلإِيْمَانُ ضِدُّ الْكُفْرِ ) iman lawan dari kekufuran.<br />
Â• ( إِعْطَاءُ اْلأَمَنَةَ/ اْلأَمْنَ ) memberi rasa aman.</p>
<p>Arti yang terakhir yang paling dekat untuk menerjemahkan istilah attaÂ’min, yaitu : MentaÂ’minkan sesuatu, artinya seseorang membayar/ menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang.<br />
<span id="more-37"></span></p>
<ul>
<li> Asuransi Syariah (TaÂ’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/ atau tabarruÂ’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.</li>
<li>Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.</li>
<li>(Menurut Dewan Syariah Nasional MUI, dalam Fatwa DSN No. 21/ DSN-MUI/IX/2001)</li>
</ul>
<p>B. Asal Mula Asuransi Syariah</p>
<p>1)Al-Aqila</p>
<ul>
<li>Al-Aqilah yaitu saling memikul atau bertanggung jawab untuk keluarganya. Jika salah seorang dari anggota suatu suku terbunuh oleh anggota satu suku yang lain, maka pewaris korban akan dibayar dengan uang darah (diyat) sebagai konpensasi oleh saudara terdekat dari pembunuh. Saudara terdekat dari pembunuh disebut aqilah. Lalu mereka mengumpulkan dana (al-kanzu) yang diperuntukkan membantu keluarga yang terlibat dalam pembunuhan tidak disengaja.</li>
<li>Ibnu Hajar Al-Asqolani mengemukakan bahwa sistem Aqilah ini diterima dan menjadi bagian dari hukum Islam. Hal ini terlihat dari hadits yang menceritakan pertengkaran antara dua wanita dari suku Huzail, dimana salah seorang dari mereka memukul yang lainnya dengan batu hingga mengakibatkan kematian wanita tersebut dan juga bayi yang sedang dikandungnya. Pewaris korban membawa permasalahan tersebut ke Pengadilan. Rasulullah memberikan keputusan bahwa konpensasi bagi pembunuh anak bayi adalah membebaskan budak, baik laki-laki maupun wanita. Sedangkan konpensasi atas membunuh wanita adalah uang darah (diyat) yang harus dibayar oleh Aqilah (saudara pihak ayah) dari yang tertuduh.</li>
<li>Al-Muwalat yaitu perjanjian jaminan, dimana seorang penjamin menjamin seseorang yang tidak memiliki waris dan tidak dikeketahui ahli warisnya. Penjamin setuju untuk menanggung bayaran dia, jika orang yang dijamin tersebut melakukan jinayah. Apabila orang yang dijamin meninggal, maka penjamin boleh mewarisi hartanya sepanjang tidak ada ahli warisnya.(Az ZarqaÂ’ dalam Aqdud TaÂ’min).</li>
<li>Yaitu sebuah konsep perjanjian yang berhubungan dengan manusia. Sistem ini melibatkan usaha pengumpulan dana dalam sebuah tabungan atau pengumpulan uang iuran dari peserta atau majlis. Manfaatnya akan dibayarkan kepada ahli waris yang dibunuh jika kasus pembunuhan itu tidak diketahui siapa pembunuhnya atau tidak ada keterangan saksi yang layak untuk benar-benar secara pasti mengetahui siapa pembunuhnya.
<ul>
<li>Tanahud merupakan ibarat dari makanan yang dikumpulkan dari para peserta safar yang dicampur menjadi satu. Kemudian makanan tersebut dibagikan pada saatnya kepada mereka, kendati mereka mendapatkan porsi yang berbeda-beda.</li>
<li>Dalam sebuah riwayat disebutkan, &#8220;Marga AsyÂ’ari (AsyÂ’ariyin) ketika keluarganya mengalami kekurangan makanan, maka mereka mengumpulkan apa yang mereka miliki dalam satu kumpulan. Kemudian dibagi diantara mereka secara merata. Mereka adalah bagian dari kami dan kami adalah bagian dari mereka.&#8221; (HR. Bukhari)</li>
<li>Dalam kasus ini, makanan yang diserahkan bisa jadi sama kadarnya atau berbeda-beda. Begitu halnya dengan makanan yang diterima, bisa jadi sama porsinya atau berbeda-beda.</li>
</ul>
<ul>
<li>Yaitu kontrak pengawal keselamatan. Di dunia Islam terjadi berbagai kontrak antar individu, misalnya ada individu yang ingin selamat lalu ia membuat kontrak dengan seseorang untuk menjaga keselamatannya, dimana ia membayar sejumlah uang kepada pengawal, dengan konpensasi kemanannya akan dijaga oleh pengawal.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kontrak ini merupakan jaminan keselamatan lalu lintas. Para pedagang muslim pada masa lampau ingin mendapatkan perlindungan keslamatan, lalu ia membuat kontrak dengan orang-orang yang kuat dan berani di daerah rawan. Mereka membayar sejumlah uang, dan pihak lain menjaga keselamatan perjalanannya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kendati akad-akad di atas memiliki beberapa kemiripan dengan sistem asuransi, namun sesungguhnya secara syakliyah terdapat perbedaan-perbedaan mendasar yang cukup membedakannya dengan asuransi.</li>
<li>Harus diakui bahwa dunia Islam baru berkenalan dengan asuransi pada sekitar abad ke 19, ketika terjadi penjajahan Dunia Barat terhadap negeri-negeri Islam.</li>
<li>Oleh karenanya sesungguhnya asuransi merupakan sesuatu yang baru dan asing di kalangan muslim. Dan secara karakter, asuransi sangat kental dengan karakteristik negeri tumbuh dan berkembangnya yang tentunya sangat berbeda dengan karakter Muamalah Islamiyah.</li>
<li>Namun bukan berarti bahwa hal tersebut secara hukum Islam tidak sah dan tidak diperbolehkan. Karena dalam masalah muamalah pada prinsipnya yang penting tidak melanggar atau bertentangan dengan prinsip syariah. Kaidah syariah mengatakan :
<p>&#8220;Pada dasarnya hukum sesuatu itu adalah boleh, hingga ada dalil yang menunjukkan pengharamannya&#8221;.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ibnu Abidin (1784Â–1836) dianggap orang pertama di kalangan fuqoha yang mendiskusikan masalah asuransi. Ibnu Abidin adalah seorang ulama bermazhab Hanafi, yang mengawali untuk membahas asuransi dalam karyanya yang popular, yaitu Hasyiyah Ibn Abidin, Bab Jihad, Fashl Isti&#8217;man Al-Kafir.</li>
<li>Beliau menulis, &#8220;Telah menjadi kebiasaan bila para pedagang menyewa kapal dari seorang harby, mereka membayar upah pengangkutannya. Ia juga membayar sejumlah uang untuk seorang harby yang berada di negeri asal penyewa kapal, yang disebut sebagai sukarah (premi asuransi) dengan ketentuan bahwa barang-barang pemakai kapal yang disewanya itu, apabila musnah karena kebakaran, tenggelam, dibajak atau sebagainya, maka penerima uang premi asuransi itu menjadi penanggung sebagai imbalan uang yang diambil dari pedagang itu. Apabila barang-barang mereka terkena masalah yangdisebutkan di atas, maka si wakillah yang membayar kepada para pedagang itu sebagai uang pengganti sebesar junlah uang yang pernah diterimanya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pada hakekatnya manusia merupakan keluarga besar kemanusiaan. Untuk dapat meraih kehidupan bersama, manusia harus saling tolong menolong dan saling menanggung antara yang satu dengan yang lain.</li>
<li>Sistem At-Takaful, yaitu saling menanggung antara sesama manusia, merupakan dasar pijakan bagi kegiatan manusia bagi kegiatan menusia sebagai makhluk sosial.</li>
<li>Dengan dasar pijakan &#8216;takaful&#8217; dalam berasuransi, akan terwujud hubungan yang Islami diantara para pesertanya yang bersepakat untuk menanggung bersama atas risiko yang diakibatkan musibah, seperti kebakaran atau lainnya.</li>
<li>Semangat bertakaful menekankan pada kepentingan bersama atas dasar rasa persaudaraan diantara para peserta. Sifat mengutamakan kepertingan pribadi atau dorongan mendapatkan keuntungan semata-mata, dihilangkan seminimal mungkin dalam asuransi syariah.</li>
</ul>
</li>
<p>2) At-Tanahud</p>
<p>3) Aqd Al-hirasah</p>
<p>4) Dhiman Khatr Thariq</p>
<p>C. Cikal Bakal Asuransi Syariah</p>
<p>1) Bentuk-bentuk muamalah di atas (Al-Aqilah, Al-Muwalah, At-Tanahud, dsb) karena memiliki kemiripan dengan prinsip-prinsip asuransi Islam, oleh sebagian ulama dianggap sebagai embrio dan acuan operasional asuransi Islam yang dikelola secara profesional. Bedanya, sistem muamalah tersebut didasari atas amal tathawwu dan tabarru yang tidak berorientasi pada profit.<br />
2) Kemudian secara syakliyah, bentuk-bentuk akad di atas memang memiliki kemiripan dengan asuransi, meskipun beberapa diantaranya dipertanyakan &#8216;pengakuan&#8217; Islam terhadap akad tersebut. Seperti Al-Muwalat, yang sebenarnya merupakan satu sistem pewarisan dalam pola kehidupan jahiliyah, yang pada masa peralihan zaman permulaan Islam memang diakui. Namun kemudian Islam menetapkan sistim mawarisnya sendiri sehingga akad tersebut tidak mempunyai wujud lagi.<br />
3) Lalu pada Aqilah, yang justru &#8216;pembayar premi&#8217; tidak mendapatkan &#8216;manfaat&#8217; dari preminya tersebut, karena diperuntukkan bagi orang lain. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan syakliyah antara asuransi dengan Aqilah. Hal serupa juga terjadi pada akad Dhaman Khatr Tariq, dimana penjamin memberikan jaminannya secara sukarela, dan tidak berdasarkan &#8216;premi&#8217; yang dibayar oleh terjamin.</p>
<p>D. Antara Akad-Akad Islam Dengan Sistem Asuransi</p>
<p>E. Pembicaraan Pertama Asuransi Dalam Kitab Klasik</p>
<p>F. Mencari Alternatif Asuransi Islami</p>
<p>G. Berasuransi Syariah Mengamalkan Hadits Ukhuwah</p>
<p>Dalam sebuah riwayat digambarkan:</p>
<p>عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Dari Nu&#8217;man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Hadits ini menggambarkan tentang adanya saling tolong menolong dalam masyarakat Islami. Dimana digambarkan keadaannya seperti satu tubuh; jika ada satu anggota masyarakat yang sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Minimal dengan menjenguknya, atau bahkan memberikan bantuan. Dan terkadang bantuan yang diterima, jumlahnya melebihi biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan. Sehingga terjadilah surplus, yang minimal dapat mengurangi beban penderitaan orang yang terkena musibah. Hadits ini menjadi dasar filosofi tegaknya sistem Asuransi Syariah.</p>
<p>Rikza Maulan Lc MA<br />
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=37&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/embrio-asuransi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhlak Dalam Bisnis Islami</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/akhlak-dalam-bisnis-islami/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/akhlak-dalam-bisnis-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Urgensi Berakhlaq Islami Dalam Bisnis 1) Barometer Kataqwaan Seseorang: Allah SWT berfirman (QS. 2 : 188) وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِاْلإِثْمِ وأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ &#8220;Dan janganlah kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang bathil. Dan janganlah pula kalian membawa urusan harta itu kepada hakim, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=35&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="leadArticle">
<p>Urgensi Berakhlaq Islami Dalam Bisnis</p>
<p>1) Barometer Kataqwaan Seseorang:</p>
<p>Allah SWT berfirman (QS. 2 : 188)</p>
<p>وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِاْلإِثْمِ وأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang bathil. Dan janganlah pula kalian membawa urusan harta itu kepada hakim, agar kamu dapat memakan sebagian dari harta manusia dengan cara yang dosa sedangkan kalian mengetahui.&#8221;</p>
<p>Ayat ini berada persis setelah ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan (QS. 2 : 183, 184, 185, 186 &amp; 187), di mana output dari Ramadhan itu adalah TAQWA.. Sehingga ayat ini menunjukkan bahwa salah satu ciri mendasar orang yang taqwa adalah senantiasa bermuamalah dengan Muamalah Islami.<br />
<span id="more-35"></span></p>
<p>2) Mendatangkan Keberkahan</p>
<p>Allah SWT berfirman (QS. 7 : 92)</p>
<p>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَْرْضِِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&#8221;</p>
<p>Harta yang diperoleh dengan cara yang halal dan baik akan mendatangkan keberkahan pada harta tersebut, sehingga pemanfaatan harta dapat lebih maksimal bagi dirinya maupun bagi orang lain. Sebaliknya, harta yang diperoleh dengan cara yang tidak halal atau tidak baik, meskipun berjumlah banyak namun tidak mendatangkan manfaat bahkan senantiasa menimbulkan kegelisahan dan selalu merasa kurang.</p>
<p>3) Mendapatkan Derajat Seperti Para Nabi, Shiddiqin &amp; Syuhada</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأمَِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ (رواه الترمذي)</p>
<p>&#8220;Dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri ra beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Pebisnis yang jujur lagi dipercaya (amanah) akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada&#8221;. (HR. Turmudzi)</p>
<p>Islam memberikan penghargaan yang besar terhadap pebisnis yang shaleh, karena baik secara makro maupun mikro pebisnis yang shaleh akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian suatu negara, yang secara langsung atau tidak akan membawa kemaslahatan bagi umat Islam.</p>
<p>4) Berbisnis Merupakan Sarana Ibadah Kepada Allah SWT</p>
<p>Banyak ayat yang menggambarkan bahwa aktivitas bisnis merupakan sarana ibadah, bahkan perintah dari Allah SWT. Diantaranya adalah (QS.9 : 105) :</p>
<p>وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ</p>
<p>&#8220;Dan katakanlah: &#8220;Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu&#8217;min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan&#8221;.</p>
<p>Bagaimana Akhlaq Bisnis Islami ?<br />
1. Niat Ikhlas Mengharap Ridha Allah SWT  ( النية الخالصة لله تعالى )<br />
2. Profesional ( الإتقان )<br />
3. Jujur &amp; Amanah ( الصدق والأمانة )<br />
4. Mengedepankan Etika Sebagai Seorang Muslim ( التخلق بالأخلاق السليمة )<br />
5. Tidak Melanggar Prinsip Syariah ( مطبقا بالشريعة الإسلامية )<br />
6. Ukhuwah Islamiyah ( الأخوة الإسلامية )</p>
<p>1. Niat Ikhlas Mengharap Ridha Allah SWT ( النية الخالصة لله تعالى )</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>إِنَّمَا اْلأعَْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ<br />
(رواه البخاري)</p>
<p>&#8220;Bahwasanya segala amal perbuatan manusia itu tergantung dari niatnya. Dan bahwasanya bagi setiap orang (akan mendapatkan) dari apa yang telah diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya mengharapkan dunia, atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan mendapatkan apa yang telah diniatkannya.&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>2. Profesional  ( الإتقان في العمل)</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ<br />
(رواه الطبراني)</p>
<p>&#8220;Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila dia beramal, dia menyempurnakan amalnya.&#8221; (HR. Thabrani)</p>
<p>3. Jujur &amp; Amanah ( الصدق والأمانة  )</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأمَِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ (رواه الترمذي)</p>
<p>&#8220;Dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri ra beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Pebisnis yang jujur lagi dipercaya (amanah) akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada.&#8221; (HR. Turmudzi)</p>
<p>4. Mengedepankan Etika Seorang Muslim  ( الرابع : التخلق بالأخلاق السليم )</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (رواه الترمذي)</p>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istri-istrinya.&#8221; (HR. Turmudzi)</p>
<p>5. Tidak Melanggar Prinsip Syariah (  الخامس : مطبقا بالشريعة الإسلامية)</p>
<p>Allah SWT berfirman (QS. 47 : 33)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلاَ تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, ta&#8217;atlah kepada Allah dan ta&#8217;atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.&#8221;</p>
<p>6. Ukhuwah Islamiyah (  الأخوة الإسلامية )</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ لأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلاَ شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ وَلاَ أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا فَوَاللَّهِ إِنَّ وُجُوهَهُمْ لَنُورٌ وَإِنَّهُمْ عَلَى نُورٍ لاَ يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ وَلاَ يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ (رواه أبو داود)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada sekelompok manusia yang mereka itu bukan para nabi dan bukan pula orang-orang yang mati syahid, namun posisi mereka pada hari kiamat membuat nabi dan syuhada&#8217; menjadi iri. Sahabat bertanya, &#8216;beritahukan kepada kami, siapa mereka itu?. Rasulullah menjawab, &#8216;mereka adalah satu kaum yang saling mencintai karena Allah meskipun diantara mereka tidak ada hubungan kekerabatan dan tidak pula ada motivasi duniawi. Demi Allah wajah mereka bercahaya dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak takut tatkala manusia takut, dan mereka tidak bersedih hati.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>والله تعالى أعلم وأعلم بالصواب<br />
والحمد لله رب العالمين</p>
<p>Rikza Maulan Lc MA<br />
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=35&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/akhlak-dalam-bisnis-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etimologi Takaful</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/etimologi-takaful/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/etimologi-takaful/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Landasan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[A. Definisi &#38; Arti Kata Takaful Arti Kata Takaful Secara bahasa, takaful (تكافل) berasal dari akar kata (ك ف ل) yang artinya menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Kata (تكافل ) merupakan bentuk mashdar (infinitf) dari kata : تَكَافَلَ Â– يَتَكَافَلُ &#8211; تَكَافُلاً Dalam Kamus Al-Munawir dijelaskan bahwa arti kata kafala yang merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=31&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Definisi &amp; Arti Kata Takaful</p>
<p>Arti Kata Takaful<br />
Secara bahasa, takaful (تكافل) berasal dari akar kata (ك ف ل) yang artinya menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Kata (تكافل ) merupakan bentuk mashdar (infinitf) dari kata :<br />
تَكَافَلَ Â– يَتَكَافَلُ &#8211; تَكَافُلاً<br />
Dalam Kamus Al-Munawir dijelaskan bahwa arti kata kafala yang merupakan kata dasar dari takaful adalah : pertanggungan yang berbalasan, hal saling menanggung.<br />
<span id="more-31"></span><br />
Istilah kata ( تكافل ) ini merupakan istilah yang relatif baru, jika dilihat tidak satupun ayat-ayat Al-Qur&#8217;an menggunakan istilah takaful ini. Bahkan dalam hadits pun, juga tidak dijumpai kata yang menggunakan istilah takaful ini. Namun secara sistem keukhuwahan, takaful sudah diterapkan sejak zaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya melalui ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat di Madinah pada waktu itu sebagaimana yang banyak digambarkan oleh hadits.</p>
<p>B. Kata &#8216;Takaful&#8217; Dalam Al-QurÂ’an (لفظ تكافل في القرآن الكريم)</p>
<p>Dalam Al-QurÂ’an tidak dijumpai satu ayatpun yang secara tersurat menggunakan kata Â‘takafulÂ’. Demikian juga dalam hadits. Namun demikian, terdapat sejumlah kata (delapan kata dalam delapan ayat) yang menggunakan kata yang seakar dengan kata takaful, yaitu dari kata ( كفل ).</p>
<p>Kata-kata yang berakar dari kata ( كفل ) tersebut, secara umum keseluruhannya mengarah pada makna :</p>
<ul>
<li>Memelihara.</li>
<li>Memikul (resiko)</li>
</ul>
<p>Takaful dengan pegertian seperti ini sesuai dengan firman Allah SWT (QS. Al-Maidah : 2) :</p>
<p>وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ<br />
&#8216;Â…Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhanÂ…&#8217;</p>
<p>C. Penyebutan Akar Kata Takaful Dalam Al-Qur&#8217;an (ذكر لفظ كفل في القرآن الكريم)</p>
<p>1) Dalam QS. Ali Imran/ 3 : 37<br />
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا<br />
&#8220;Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya.&#8221;</p>
<p>Dalam ayat di atas, kata kafala bermakna &#8216;memelihara&#8217;. (lihat yang bergaris bawah). Dan &#8216;memelihara&#8217; memiliki makna yang lebih mendalam dibandingkan dengan sekedar menjaga. Karena memilihara memiliki unsur adanya &#8216;rasa menyayangi&#8217;, sebagaimana orang tua memilihara anak kandungnya.</p>
<p>Dengan demikian, maka &#8216;takaful&#8217; adalah saling menjaga dan memelihara antara sesama muslim dengan landasan saling sayang menyayangi diantara mereka.</p>
<p>2) Dalam QS. Ali Imran/ 3 : 44 :</p>
<p>وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلامََهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ</p>
<p>&#8220;Padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.&#8221;</p>
<p>3) Dalam QS. Annisa/ 4 : 85 :<br />
وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا<br />
Dan barangsiapa yang memberi syafa&#8217;at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>4) Dalam QS. Al-Qashas/ 28 : 12</p>
<p>وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ</p>
<p>&#8220;dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui (nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: &#8220;Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?&#8221;.</p>
<p>5) Dalam QS. Shad/ 38 : 23</p>
<p>إِنَّ هَذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: &#8220;Serahkanlah kambingmu itu kepadaku(untuk aku pelihara) dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan&#8221;.</p>
<p>6) Dalam QS. An-Nahl/ 16 : 91 :</p>
<p>وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا ْالأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً</p>
<p>&#8220;Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu).&#8221;</p>
<p>7) Thaha/ 20 : 40 :</p>
<p>إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَنْ يَكْفُلُهُ</p>
<p>&#8220;(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir`aun): &#8216;Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?&#8221;</p>
<p>8) Dalam QS. Al-Hadid/ 57 : 28</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَءَامِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>Ayat di atas menunjukkan bahwa arti kata ( كفلين ) adalah dua bagian. Artinya bahwa ( كفل ) salah satu artinya adalah bagian. Dan dalam bertakaful, seseorang harus merasa menjadi Â‘bagianÂ’ dari orang lain. Sehingga terwujudlah kehidupan yang bertaawun satu sama lainnya, seperti satu tubuh sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya.</p>
<p>D. Pengertian Takaful Dalam Muamalah (التعريف بالتكافل في المعاملات الإسلامية)</p>
<p>Arti Takaful Dalam Pengertian Muamalah :<br />
Saling memikul resiko diantara sesama muslim sehingga antara satu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang lainnya. Saling pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebaikan dengan cara, setiap orang mengeluarkan dana kebajikan (baca ; tabarru&#8217;) yang ditujukan untuk menanggung resiko tersebut.</p>
<p>Takaful dengan pengertian seperti ini sesuai dengan firman Allah SWT QS. Al-Maidah/ 5 : 2 :</p>
<p>وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</p>
<p>&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.&#8221;</p>
<p>Prinsip Bertakaful Sebagaimana Digambarkan Hadits (نظام التكافل كما بينه الحديث الشريف)</p>
<p>Dalam sebuah riwayat digambarkan:</p>
<p>عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Dari Nu&#8217;man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Hadits ini menggambarkan tentang adanya saling tolong menolong dalam masyarakat Islami. Dimana digambarkan keadaannya seperti satu tubuh; jika ada satu anggota masyarakat yang sakit, maka yang lain ikut merasakannya. Minimal dengan menjenguknya, atau bahkan memberikan bantuan. Dan terkadang bantuan yang diterima, jumlahnya melebihi &#8216;biaya&#8217; yang dikeluarkan untuk pengobatan. Sehingga terjadilah &#8216;surplus&#8217;, yang minimal dapat mengurangi &#8216;beban&#8217; penderitaan orang yang terkena musibah. Hadits ini menjadi dasar filosofi tegaknya sistem Asuransi Syariah.</p>
<p>E. Tiga Prinsip Tegaknya Sistem Takaful ( (المقومات الثلاثة تقوم عليها النظام التكافل</p>
<p>Takaful Tegak Di Atas Tiga Prinsip :<br />
1) Saling Bertanggung Jawab.<br />
Banyak hadits yang mengajarkan bahwa hubungan kaum muslimin dalam rasa cinta dan kasih sayang satu sama lain adalah ibarat satu badan, yang apabila salah satu anggota badannya sakit, maka yang lain juga akan merasakannya.<br />
2) Saling Bekerja Sama Dan Saling Membantu<br />
Allah SWT memerintahkan agar dalam kehidupan bermasyarakat ditegakkan nilai tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Anugerah harta yang Allah berikan, hendaknya digunakan untuk meringankan beban penderitaan yang lainnya.<br />
3) Saling Melindungi Dari Berbagai Kesusahan<br />
Hadits nabi mengajarkan bahwa tidak beriman seseorang yang dapat tidur nyenyak dengan perut kenyang, sementara tetangganya tidak dapat tidur lantaran kemiskinan.</p>
<p>Dalil-Dalil Tentang Tiga Prinsip Tegaknya Takaful الأدلة عن المقومات الثلاثة التى تقوم به) (النظام التكافلي</p>
<p>- Saling Bertanggung Jawab<br />
Rasulullah SAW bersabda :</p>
<p>عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Dari Nu&#8217;man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam hadits lain diriwayatkan :</p>
<p>عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ (رواه البخاري)</p>
<p>&#8220;Dari Abu Musa ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Seorang mu&#8217;min dengan mu&#8217;min lainnya (dalam satu masyarakat) adalah seumpama satu bangunan, dimana satu dengan yang lainnya saling mengukuhkan.&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p>- Saling Bekerja Sama Dan Saling Membantu<br />
Dalam sebuah hadits diriwiayatkan :</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ (رواه البخاري)</p>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Barangsiapa yang melapangkan kesempitan seorang muÂ’min berupa kesempitan dalam kehidupan dunia, maka Allah akan melapangkannya pada kesempitan di hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang mu&#8217;min, maka Allah akan melapangkan urusannya di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menutupi aib saudaranya orang yang beriman, maka Allah pun akan menutupi aib dirinya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya, jika hamba-Nya senantiasa menolong saudaranya.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>- Saling Melindungi Dari Berbagai Kesusahan<br />
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan :</p>
<p>عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا آمَنَ بِيْ مَنْ بَاتَ شَبْعَانًا وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلىَ جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ بِهِ (رواه الطبراني)</p>
<p>&#8220;Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang tidur pada malam hari dengan keadaan perut kenyang sementara tetangganya kelaparan di sebelahnya dan dia mengetahui hal tersebut.&#8221; (HR. Thabrani).</p>
<p>Dalam hadits lain diriwayatkan :</p>
<p>عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لاَ يَهْتَمْ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ (رواه الطبراني)</p>
<p>&#8220;Dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Â‘Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukan termasuk golongan mereka.&#8221; (HR. Thabrani).</p>
<p>Peranan Iman Dalam Tegaknya Prinsip Takaful (دور الإيمان في إقامة المقومات (التكافلية</p>
<p>Tiga Prinsip Takaful di Atas, tidak mungkin terjabarkan atau terealisasikan dalam kehidupan nyata, jika tidak dilandasi dengan kemantapan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.</p>
<p>Niat ikhlas untuk membantu sesama manusia yang mengalami penderintaan karena musibah, atau meringankan mereka dari berbagai resiko yang mengalami musibah, merupakan landasan awal dalam prinsip takaful.</p>
<p>Dalam Al-QurÂ’an Allah SWT mengingatkan kaum muslimin :</p>
<p>وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ</p>
<p>&#8220;Dan (Allahlah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (QS. Al-Anfal/ 8 : 63)</p>
<p>والحمد لله رب العالمين</p>
<p>والله أعلم بالصواب</p>
<p>Rikza Maulan Lc MA<br />
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=31&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/etimologi-takaful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Landasan Asuransi Syariah</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/landasan-asuransi-syariah/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/landasan-asuransi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Landasan Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[A. Definisi Asuransi Syariah (Takaful) 1) Arti Kata Takaful Secara bahasa, takaful ( تكافل ) berasal dari akar kata ( ك ف ل ) yang artinya menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Dalam Al-Qur&#8217;an tidak dijumpai kata takaful, namun ada sejumlah kata yang seakar dengan kata takaful, seperti dalam : QS. Thoha/ 20 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=28&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Definisi Asuransi Syariah (Takaful)</p>
<p>1) Arti Kata Takaful<br />
Secara bahasa, takaful ( تكافل ) berasal dari akar kata ( ك ف ل ) yang artinya menolong, memberi nafkah dan mengambil alih perkara seseorang. Dalam Al-Qur&#8217;an tidak dijumpai kata takaful, namun ada sejumlah kata yang seakar dengan kata takaful, seperti dalam :</p>
<p>QS. Thoha/ 20 : 40<br />
إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَنْ يَكْفُلُهُ</p>
<p>&#8220;(yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir&#8217;aun): &#8216;Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?&#8221;</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p>QS. Annisa/ 04 : 85 :<br />
وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا<br />
&#8220;Dan barangsiapa yang memberi syafa&#8217;at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya..&#8221;</p>
<p>2) Arti Takaful Dalam Pengertian Muamalah :<br />
Saling memikul resiko diantara sesama muslim sehingga antara satu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang lainnya. Saling pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebaikan dengan cara, setiap orang mengeluarkan dana kebajikan (baca ; tabarru&#8217;) yang ditujukan untuk menanggung resiko tersebut.</p>
<p>Takaful dengan pengertian seperti ini sesuai dengan firman Allah SWT QS. Al-Maidah/ 5 : 2 :<br />
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ</p>
<p>&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.&#8221;</p>
<p>Implementasi Takaful Sebagaimana Digambarkan Hadits (المعنى التطبيقي للتكافل كما بينه الحديث النبوي)</p>
<p>Dalam sebuah riwayat digambarkan:</p>
<p>عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم)</p>
<p>&#8220;Dari Nu&#8217;man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>B. Definisi Asuransi Syariah Menurut DSN ( التعريف بالتأمين الإسلامي عند الهيئة الشرعية الوطنية )</p>
<p>Asuransi Syariah (Ta&#8217;min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang/ pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru&#8217; yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.</p>
<p>Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.</p>
<p>C. Diantara Cikal Bakal Asuransi Syariah ( النشأة الموجزة للتأمين الإسلامي )</p>
<p>- Al-Aqila ( العاقلة )<br />
Yaitu saling memikul atau bertanggung jawab untuk keluarganya. Jika salah satu anggota suku terbunuh oleh anggota suku yang lain, pewaris korban akan dibayar dengan uang darah (diyat) sebagai konpensasi saudara terdekat dari terbunuh. Saudara terdekat dari pembunuh disebut aqilah. Lalu mereka mengumpulkan dana (al-kanzu) yang diperuntukkan membantu keluarga yang terlibat dalam pembunuhan tidak sengaja.</p>
<p>- Al-Muwalah ( المولاة )<br />
Yaitu perjanjian jaminan. Penjamin menjamin seseroang yang tidak memiliki waris dan tidak diketahui ahli warisnya. Penjamin setuju untuk menanggung bayaran dia, jika orang yang dijamin tersebut melakukan jinayah. Apabila orang yang dijamin meninggal, maka penjamin boleh mewarisi hartanya sepanjang tidak ada ahli warisnya.</p>
<p>D. Dasar-Dasar SyarÂ’i Asuransi Syariah ( الأدلة الشرعية لبناء التأمين الشرعي )</p>
<p>1) Perintah Allah SWT Untuk Mempersiapkan Hari Depan.</p>
<p>Allah SWT berfirman QS. An-Nisa/ 04 : 09 :</p>
<p>وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا</p>
<p>&#8220;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.&#8221;</p>
<p>Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang dalam mempersiapkan hari depan. Nabi Yusuf as, dicontohkan dalam Al-QurÂ’an membuat sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan (QS. Yusuf/ 12 : 43 Â– 49)</p>
<p>2) Bahwa berasuransi tidak berarti menolak takdir<br />
Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT, karena :</p>
<ul>
<li>Karena segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan baik, bekerja dengan penuh kesungguhan, teliti dan cermat.</li>
<li>Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semuanya ditentukan oleh Allah SWT. Adapun manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimal mungkin.</li>
</ul>
<p>Allah SWT berfirman QS.</p>
<p>Attaghabun/ 64 : 11<br />
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ</p>
<p>&#8220;Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.&#8221;</p>
<p>Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan, musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar Allah yang tidak dapat ditolak. Hanya kita diminta untuk membuat perencanaan hari depan (QS. A-Hasyr/ 59 : 18)</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221;</p>
<p>والحمد لله رب العالمين</p>
<p>Rikza Maulan Lc MA<br />
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=28&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/landasan-asuransi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takaful Memberangkatkan Umrah 2009</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/takaful-memberangkatkan-umrah-2009/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/takaful-memberangkatkan-umrah-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 16:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[PT Asuransi Takaful Keluarga telah memberikan perhatian dain apresiasi kepada para Agen atau Marketernya dengan memberangkatkan mereka ke Makkah Al Mukarramah untuk melakukan ibadah Umrah dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinatul Munawarah, dengan harapan dapat lebih meningkatkan ketaqwaan, kinerja dan produktivitas di masa mendatang. Hadiah ini diberikan bagi mereka yang telah mencapai targer produksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=24&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="leadArticle">
<p>PT Asuransi Takaful Keluarga telah memberikan perhatian dain apresiasi kepada para Agen atau Marketernya dengan memberangkatkan mereka ke Makkah Al Mukarramah untuk melakukan ibadah Umrah dan berziarah ke makam Rasulullah di Madinatul Munawarah, dengan harapan dapat lebih meningkatkan ketaqwaan, kinerja dan produktivitas di masa mendatang. Hadiah ini diberikan bagi mereka yang telah mencapai targer produksi terbaik dalam kontes 2008. Para pemenang kontes ini terdiri dari Unit Manager (UM) 8 orang, Financial Advisor (FA) 2 orang, Eksekutif Financial Consultan 4 orang, Financial Consultan (FC) 4 orang Bancatakaful Officer 8 orang dan Corporate Financial Consultan (CFC) 6 orang.</p>
<p><span id="more-24"></span></p>
<p>Pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2009 di Hotel Sofyan Tebet Direktur Utama PT. Asuransi Takaful Keluarga Bapak Agus Edi Sumanto menyerahkan para peserta umroh kepada Direktur Tazkia Travel disaksikan oleh Bapak Suwanto AVP. Business Retail Area 4 dan 5 selaku Amirul Umroh. Selanjutnya para calon tamu Allah (juyufurrahman) diberikan pembekalan atau manasik oleh Ust.H.Syamsudin Qodri sebelum keberangkatan pada esok hari tanggal 7 Mei 2009. Palaksanaan Umrah tersebut selama 9 hari berikut perjalanan. Mudah-mudahan program ini dapat menjadi pemicu semangat bagi para marketer untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirat fiddunia wal akhirat) untuk kebahagian dunia akhirat. Bersiap siagalah untuk kontes Umrah 2009, semoga semakin banyak para tamu Allah yang diberagkatkan dari Takaful Indonesia.Amiin</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=24&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/takaful-memberangkatkan-umrah-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moving Forward-Lead Beyond</title>
		<link>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/moving-forward-lead-beyond/</link>
		<comments>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/moving-forward-lead-beyond/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 15:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>takafulvesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[membuka usaha]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[Takaful]]></category>
		<category><![CDATA[unit link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/moving-forward-lead-beyond/</guid>
		<description><![CDATA[Takaful Indonesia telah tampil sebagai pelopor sekaligus pemimpin pasar di industri asuransi syariah nasional. Posisi ini memperkokoh komitmen untuk terus melakukan inovasi produk, semakin meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, serta memantapkan langkah Perusahaan untuk selalu menjadi pemimpin terdepan di industrinya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=3&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Takaful Indonesia telah tampil sebagai pelopor sekaligus pemimpin pasar<br />
di industri asuransi syariah nasional. Posisi ini memperkokoh komitmen<br />
untuk terus melakukan inovasi produk, semakin meningkatkan efisiensi<br />
operasional dan kualitas layanan, serta memantapkan langkah Perusahaan<br />
untuk selalu menjadi pemimpin terdepan di industrinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/takafulvesta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/takafulvesta.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=takafulvesta.wordpress.com&amp;blog=8585500&amp;post=3&amp;subd=takafulvesta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://takafulvesta.wordpress.com/2009/07/15/moving-forward-lead-beyond/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f953fe5d7f7d90ed180a0aaa4eab1855?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">takafulvesta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
